Pangkalpinang - Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-74, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menyelenggarakan kegiatan yang mendorong bangkitnya ekonomi kerakyatan. Salah satunya dengan menggelar bazar produk koperasi dan UMKM pada tanggal 15-16 Juli 2021.
Kepala DKUKM Provinsi Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan, mengatakan bahwa koperasi sangat penting dalam kehidupan bangsa Indonesia, khususnya dalam mengerakan ekonomi kerakyatan. Lewat Hari Koperasi Nasional tahun 2021, Dinas KUKM ingin kegiatan bazar yang diadakan di halaman kantor Dinas KUKM bisa memberdayakan dan mengangkat kesejahteraan anggota koperasi sesuai dengan tujuan pendirian koperasi.
“Kegiatan yang akan kita adakan yakni bazar produk koperasi dan UMKM ,” jelas Yulizar saat memimpin rapat persiapan peringatan Harkopnas ke 74 tingkat Provinsi Kep Babel, di ruanh rapat dinas, Selasa (06/07/21).
Pada peringatan Harkopnas ini, selain bazar produk koperasi dan UMKM, juga direncanakan pembagian masker gratis.
Menurutnya, gelaran bazar pada peringatan Harkopnas yang ke-74 tersebut, bisa mewujudkan gerakan sosial ekonomi yang dapat meningkatkan peran aktif koperasi dalam perekonomian masyarakat.
"Bazar ini bisa menjadi pendorong peran aktif anggota koperasi serta sekaligus menjadi branding koperasi bagi masyarakat luas sebagai lembaga yang mampu menggerakan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Dirinya berharap, Selain itu, peringatan Harkopnas menjadi momentum untuk percepatan transformasi digital bagi koperasi menuju koperasi modern dan kuat.
“Kita berharap koperasi di Babel semakin berkembang dan menjadi koperasi modern, sehingga semakin meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan anggota dan warga disekitarnya,” harap Kadis KUKM Babel.
Ditambahkanya, pelaksanaan bazar produk koperasi dan UMKM ini akan menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19. Pelaku koperasi dan UMKM dan pengunjung harus taat protokol kesehatan.
“Kita sama tahu bahwa di masa pandemi ini perekonomian harus tetap bergerak. Jika koperasi dan UMKM tak digerakkan ekonomi akan menuru. Kuncinya adalah kepatuhan kita pada protokoler Covid agar bisa terlaksana dengan baik,” pungkasnya.