Pangkalpinang - Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Bangka Belitung menggelar rapat koordinasi Perencanaan Pusat dan Daerah Provinsi dan Kab/Kota se Babel TA 2023 di Hotel Renz, Senin (20/11/23). Rakor ini diikuti perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi dan Kab/Kota.
Rakor ini mengusung tema "Sinergitas Transformasi Perencanaan Pengembangan Koperasi dan UMKM" dan hadir sebagai pemateri dari Kemenkop UKM, Bappeda Babel, Akademisi UBB dan PT Telkomsel.
Keberadaan koperasi dan UMKM (KUMKM) sebagai tulang punggung ekonomi telah teruji berulang kali. Oleh karena itu, pemerintah harus memiliki optimisme bahwa pembinaan yang dilakukan telah berada pada koridor yang tepat, dan perlu dipertajam dengan langkah-langkah strategis dan sinergi semua pihak dalam perencanaan koperasi dan UMKM.
"Pentingnya sinergisitas semua pihak dalam membuat langkah strategis yang mendukung pemberdayaan KUMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa dan mewujudkan UMKM naik kelas," kata Plt Kadis Koperasi dan UKM Prov Kep Babel saat membuka rakor.
Sinergitas transformasi perencanaan pemberdayaan KUMKM merujuk pada kolaborasi yang harmonis dan efektif antara berbagai pihak yang terlibat dalam mengembangkan dan melaksanakan program pemberdayaan untuk KUMKM, yaitu meningkatkan kerja sama yang terkoordinasi dan saling mendukung antar semua stakeholder baik pemerintah, swasta maupun masyarakat secara keseluruhan.
"Sinergitas transformasi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan, keberlanjutan dan dampak positif bagi KUMKM dan masyarakat secara luas," ujarnya.
Pemerintah dan semua stakeholder wajib membangun ketahanan UMKM agar terus maju dan naik kelas. Menurutnya, sebagai contoh yakni penyematan teknologi, sudah berhasil menghubungkan produk-produk UMKM kepada dunia luar sehingga untuk dikenalinya produk-produk UMKM menjadi lebih mudah.
Hal ini dilakukan semua pihak yang bersinergi. Tinggal bagaimana agar produk UMKM ini terus berinovasi dan memiliki kontinuitas yang tinggi sehingga perlu didukung berbagai program misalnya pembiayaan, promosi dan pemasaran yang bersifat kekinian. UMKM juga harus mengikuti perkembangan teknologi dan zaman
"UMKM kita perlu mendapat fasilitasi seperti kemudahan akses pembiayaan, kemitraan, kelembagaan, pemasaran dan teknologi agar terus berdaya saing," katanya
Mencermati perkembangan dunia saat ini, perlu disadari bahwa krisis global sudah berada didepan. Untuk itu, semua pihak perlu merapatkan barisan, menyamakan persepsi, gerak dan langkah agar terjadi harmonisasi dalam membangun UMKM tangguh dan berdaya saing. Selain itu, kelangkaan pangan dan energi yang terjadi saat ini perlu disikapi dengan baik karena berdampak bagi UMKM.
Begitu juga dengan terganggunya rantai pasok bagi kebutuhan industri akan menyebabkan kelangkaan barang kebuuhan masyarakat, penurunan daya beli masyarakat dan inflasi. Salah satu cara untuk meningkatkan daya beli masyarakat yakni dengan melakukan pemberdayaan KUKM, memberikan perlindungan dan kemudahan bagi UMKM untuk mengakses sumber penting bagi kelangsungan usahanya.
"Guna mengatasi itu semua, berbagai kebijakan yang sudah diambil pemerintah harus disosialisasikan kepada masyarakat dan stakeholder agar terjadi respon yang diharapkan untuk menghadapi krisis yang ada dan ekonomi kita terus bertumbuh secara optimistik," ujarnya.
Pemerintah juga wajib merawat keberlangsungan ekonomi masyarakat sebagai wujud tanggung jawab sesuai dengan amanat pasal 33 UUD 1945. Saat ini Prov Kep Babel memiliki 191.201 UMKM dan 1.182 unit koperasi yang turut serta dalam mengembangkan perekonomian daerah dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
"Semangat kewirausahaan dikalangan masyarakat juga harus terus digelorakan agar UMKM bisa tumbuh lebih baik lagi dan lebih berkualitas, lebih melek teknologi serta lebih inovatif," tegasnya.
Lalu, Ia menyebutkan, bahwa pemerintah menargetkan sebanyak 30 juta UMKM onboarding masuk ke ekosistem digital pada tahun 2024. Saat ini 19,95 juta UMKM Indonesia terhubung ke dalam ekosistem digital
"UMKM dapat mengembangkan pasar dan menjangkau lebih banyak pelanggan serta naik kelas. Dengan meningkatnya jumlah UMKM dalam ekosistem digital dapat mengoptimalkan potensi ekonomi digital yang diproteksikan Rp 5431 T pada 2030," ujarnya.