Pangkalpinang – Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Koperasi bagi para pengurus dan pengawas koperasi di Babel. Kegiatan ini berlangsung pada 9–11 September 2025 di Gedung UPT Balatkop UMKM, Pangkalpinang, dan dibuka secara resmi oleh Kepala UPT Balatkop UMKM, Martinawati.
 
Dalam sambutannya, Martinawati menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Dinas KUKM, sangat besar dalam mendukung peningkatan kapasitas pengurus koperasi. Menurutnya, mengelola koperasi agar tumbuh menjadi sehat dan profesional bukanlah hal mudah, melainkan membutuhkan pengetahuan, keterampilan, serta strategi yang matang.
 
“Kami sangat berharap pengurus dan pengawas koperasi tidak bosan menimba ilmu, menambah wawasan dan pengetahuan, sehingga nantinya dapat membangun koperasi yang kuat, transparan, dan berdaya saing,” ujarnya.
 
Ia juga menyinggung program nasional Koperasi Desa Merah Putih yang saat ini tengah digencarkan Presiden Prabowo Subianto. Sejalan dengan itu, Dinas KUKM terus berupaya membina koperasi di Babel agar benar-benar menjadi pilar penting penunjang perekonomian daerah.
 
Menurut Martinawati, keberhasilan koperasi sangat ditentukan oleh kompetensi, semangat kebersamaan, serta sistem pengawasan yang transparan. Oleh karena itu, keberadaan pengawas koperasi memiliki peran vital, bukan sekadar pelengkap organisasi.
 
“Pengawas koperasi adalah garda terdepan untuk memastikan koperasi berjalan sesuai prinsip, aturan, dan tujuan bersama anggota. Karena itu, sertifikasi ini menjadi penting agar pengawas memiliki standar kompetensi yang diakui secara nasional,” jelasnya.
 
Pelatihan ini juga menjadi langkah strategis untuk mendorong koperasi di Bangka Belitung lebih profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah.
 
“Kami ucapkan terima kasih kepada para pengurus koperasi yang telah hadir, menambah ilmu, kompetensi, dan wawasan demi pengelolaan koperasi yang lebih baik di Babel,” tutup Martinawati