Pangkalpinang - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung Hj Elfiyena mengharapkan peserta yang telah selesai magang mampu menularkan ilmu dan semangat kewirausahaan yang diperolehnya kepada keluarga dan lingkungannya. Dengan demikian akan semakin banyak munculnya wirausaha-wirausaha baru di Bangka Belitung.
Demikian disampaikan Kadis Koperasi dan UKM saat menutup program magang kewirausahaan tahun 2019 di ruang rapat Dinas KUKM, Rabu (7/8/19).
Kadis KUKM Babel menjelaskan program magang kewirausahaan ini tahun kedua. Pada tahun ini diikuti 20 peserta, sedangkan tahun lalu ada 50 peserta. Peserta merupakan hasil seleksi program 1001 digitalentrepreneur.
"Mereka ini hasil seleksi dari program 1001 digitalentrepreneur. Mereka dibimbing selama 25 hari oleh konsultan PLUT dan para mentor dari pelaku UMKM yang sukses dan berprestasi," jelasnya.
Setelah 25 hari magang, para peserta diwajibkan mempresentasikan dan menampilkan produk usahanya. Produk yang ditampilkan juga beragam, mulai dari makanan, minuman, kerajinan maupun aplikasi.
Berbagai produk tersebut seperti Bunga Daur Ulang Eksotis Budget dari Anggun F, Otak-Otak Isi dari Taksi, Komplang dari Rizki Satria, Minuman Tebu dari Hodri, dan Kripik Pisang monana.
Selain produk makanan dan minuman, pada program magang kali ini juga, ada peserta yang membuat aplikasi dan jasa. Seperti Babel Marketer dari M Rizal yang menawarkan jasa desain, Jasa digital printing dari Aji Sakti CW dan aplikasi Jurnal System dari Wahyu W.
"Hari ini seluruhnya berhasil menampilkan produknya, dan hasilnya sangat baik dan menarik. Selain itu packingnya juga bagus," ujarnya.
Ditambahkan Hj Elfiyena, sebanyak 20 peserta ini akan terus didampingi agar bisnis yang telah dirintis ini tetap berlanjut. Selain itu, peserta juga dianjurkan untuk ikut seleksi program UMKM Babel Academy.
"Kita ingin usaha mereka tetap berlanjut seperti tahun lalu. Dimana sekitar 80 persen peserta tahun lalu terbukti bisa menjalankan usahanya. Untuk itu, peserta akan didampingi dan dibimbing oleh para konsultan PLUT," tambah Kadis KUKM.
Pada saat penutupan ini, Kadis KUKM menyempatkan untuk mencicipi produk dari peserta magang kewirausahaan tahun 2019. Salah satunya Kripik Pisang Shin Chan dari Eko Candra.
Ia menyarankan kedepan produk kripik pisang shin-chan tersebut tidak hanya memiliki rasa coklat. Tapi bisa menggunakan gula aren. Karena ini belum ada kripik pisang yang menggunakan gula aren.
Sementara Herawati salah satu mentor, mengungkapkan bahwa semangat peserta sangat luar biasa. Rasa ingin tahu mereka sangat tinggi.
"Saya senang dengan samangat yang luar biasa dari peserta," katanya.
Selanjutnya, Hera mengingatkan bahwa menjadi wirausaha berarti siap keluar dari zona nyaman. Selain itu, wirausaha harus berani melawan egonya sendiri agar usaha bisa semakin berkembang.
"Kalian harus keluar dari zona nyaman dan melawan ego. Dan setelah magang ini, kalian harus tetap semangat, berusaha sendiri atau mandiri. Saya harap kalian tidak hanya sampai disini, tetapi terus berusaha mengembangkan usaha yang ada ini," ujarnya.