Pangkalpinang - Gubernur Kep Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengatakan bahwa Koperasi Pinang ini baru terbentuk dan mulai mengembangkan pinang sebagai komoditi ekspor. Hingga saat ini, sudah ada permintaan dari Jambi untuk di ekspor.
"Pinang ini sudah punya pasar. Jadi pinang ini menjadi komoditi baru kita, komoditi pilihan dengan memanfaat lahan perkebunan maupun perkarangan rumah agar memberikan manfaat," katanya.
Dia menambahkan bahwa pinang ini bukannya hanya buahnya saja yang memiliki potensi. Pelepahnya juga bisa dibuat kerajinan piring.
"Nah ini potensi. Ini bisa jadi cikal bakal pengurangan penggunaan styrofoam yang plastik. Kita akan ganti ini ketika bahan penggantinya ini tersedia dan murah," tambahnya.
Terkait potensi ini, Ia meminta koperasi pegawai dinas KUKM untuk bisa berinvestasi dipinang dengan menanam pinang.
"Mari Pak Kadis, koperasi pegawainya berinvestasi ke pinang. Tanam pinang disepanjang jalan perkantoran dan hasilnya dijual ke koperasi pinang," ujarnya.
Sementara Sarbini, Ketua Koperasi Pinang Kite, menuturkan bahwa pinang sudah memiliki pasar. Saat ini koperasi pinang mengirim pinang dari Babel ke Jambi.
"Pinang ini sudah punya pasar. Saat ini dipasarkan ke Jambi. Kedepan pihaknya akan ekspor langsung dari Babel," katanya.
Dia menambahkan bahwa di Babel, kebun pinang tersebar dibeberapa Kab di Pulau Bangka. Jumlah kebun pinang di Babel mencapai 181 ha terdiri dari 64ha di Kab. Basel 64 ha, 31 ha di Kab Babar, 41 ha di Kab Bateng dan 43 ha di Kab Bangka.
Buah pinang kering memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Koperasi pinang membeli pinang kering ini seharga 15.000.
"15.000 perkilo untuk buah pinang kering, sedangkan basah diharga 5000 perkilo," sebutnya.
Melihat potensi tersebut, Sarbini mengajak petani dan masyarakat di Babel untuk menanam pinang karena sudah punya pasar.
"Mari tanam pohon pinang karena potensi pasarnya cukup besar," ujarnya.