Pangkalpinang - Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel menggelar pelatihan menjahit bagi warga binaan (WB) Lapas Perempuan Pangkalpinang. Pelatihan ini diikuti sebanyak 30 WB Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang digelar selama 4 hari dari tanggal 24 hingga 27 September 2024.
Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) Dya Sugito mengatakan bahwa program pelatihan ini merupakan bagian dari upaya untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan praktis yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup para warga binaan, terutama setelah nantinya kembali ke masyarakat.
"Pelatihan menjahit ini menjadi sebuah proses yang tidak menghilangkan kesulitan yang Ibu-Ibu alami. Tapi dengan kita menambah skill, mencoba hal-hal baru, bisa membantu Ibu-Ibu untuk menjadi orang yang mandiri. Karena saya yakin pelatihan ini akan memberikan bekal yang berharga untuk membangun masa depan yang lebih baik," katanya saat membuka pelatihan menjahit di Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang, Rabu (25/09/24).
Pelatihan menjahit ini dilakukan di dalam lapas dengan mengundang narasumber yang memiliki keahlian di bidang menjahit. Peserta pelatihan diajarkan untuk membuat pakaian secara utuh mulai dari membuat pola pakaian, menjahit, membordir hingga kain menjadi layak pakai.
“Perlu diingat, apapun pelatihannya konsisten adalah kunci. Tidak ada usaha yang mulus. Bekal ini hanya seujung kuku. Keberhasilannya bisa diterima, jika Ibu-Ibu terus berusaha. Jalani dengan tegar, yakinkan diri bahwa kita adalah orang hebat kebanggaan keluarga. Terakhir, melangkah ke depan dan jadilah orang yang berhasil,” ungkapnya.
Sebelumnya Plt Kadis Koperasi dan UKM Prov Kep Babel mengatakan bahwa pelatihan menjahit bagi WB di lapas merupakan yang pertama kali dilaksanakan di tahun ini. Pada tahu -tahun sebelumnya, pihaknya juga melaksanakan pelatihan bagi WB di lapas kelas II Pangkalpinang dan lapas anak-anak.
"Kita terus berikan pelatihan setiap tahun ke WB di lapas. Tahun ini pelatihan menjahit agar WB ei lapas ini bisa menjadi penjahit profesional atau pelaku usaha setelah keluar dari sini nanti," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa pada pelatihan menjahit ini, pihaknya memberikan bantuan pinjam pakai alat untuk menjahit.
"Ada 3 mesin jahit dan 1 mesin obras yang kita berikan kepada para peserta untuk digunakan dalam menjahit," ujarnya.
Sementara, Kepla Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang, Meita Eriza mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan pelatihan seperti ini. Karena warga binaan itu membutuhkan pelatihan-pelatihan seperti ini.
“Rata-rata masyarakat bisa terjebak masuk tahanan karena masalah perut. Jika bisa kita bantu, kita asah skill mereka melalui pelatihan, mereka menjadi mandiri. Semoga ini bermanfaat sehingga begitu keluar mereka sudah siap bekerja dan menjadi lebih baik," katanya.
Meita juga menyampaikan apresiasi yang besar kepada Pemprov Babel, TP PKK Provinsi Kep Babel serta Persikindo yang bersedia hadir dalam memberikan pelatihan dan pemberdayaan kepada WB. Harapannya pelatihan ini tidak selesai di sini dan dapat diadakan pelatihan lainnya.
"Semoga apa yang dilakukan ini memberikan manfaat dan kedepan akan ada next-next pelatihan lagi bagi WB di Lapas Perempuan ini," ucapnya