Sungailiat - Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kep Babel) melalui UPT Balatkop UMKM menyelenggarakan pelatihan usaha produktif bagi UMKM. Pelatihan usaha produktif yang diselenggarakan tersebut yakni Pelatihan Peningkatan Kualitas Produk Olahan Perikanan dengan Penerapan Teknologi Kemasan untuk Memperpanjang Masa Kadaluarsa dan Pelatihan Keteampilan Usaha Produktif Pembuatan Produk Turunan Kelapa Sawit Skala Kecil.
 
Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari dari tanggal 17 Juli hingga 19 Juli di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat dan dibuka langsung Plt. Kadis Koperasi dan UKM Prov Kep Babel. 
 
Plt Kadis KUKM Babel, mengatakan bahwa Prov Kep Babel memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah yang berasal dari hasil hutan, perkebunan, pertanian, perikanan, dan pertambangan. Namun, saat ini perekonomian Babel sedang mengalami kelesuan sebagai akibat dari kasus pertimahan sehingga membawa dampak yang cukup besar bagi masyarakat secara umumnya.
 
"Ekonomi Babel sedang mengalami penurunan. Kendati demikian bersyukurnya kita masih memiliki penopang yang cukup baik yakni sektor pertanian/perkebunan dan sektor kelautan/perikanan. Hampir di semua kabupaten di wilayah Babel mengantungkan perekonomian masyarakat dari dua sektor ini," katanya saat membuka pelatihan di Sungailiat, Rabu (17/07/24).
 
Ia menyebutkan, untuk saat ini perkebunan kelapa sawit menjadi primadona bagi masyarakat, disamping komoditas tanaman perkebunan/pertanian lainnya seperti karet, nanas, lada dan lain-lain. Pada tahun 2022 luas kebun sawit rakyat yang ada di Prov Kep Babel sudah mencapai 75.734,17 hektar serta 57 perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit yang ada di wilayah Prov Kep Babel  yang mengolah biji sawit menjadi CPO untuk dikirin keluar Babel. Namun demikian tak banyak yang mengetahui atau bahkan mengolah turunan dari buah sawit untuk menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi mulai dari biji sampai ke limbahnya. 
 
"Turunan dari buah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Ini potensi bagi ekonomi masyarakat, oleh karena itulah kami mencoba membuat terobosan dengan melaksanakan pelatihan ini agar para petani/kelompok petani/koperasi sawit untuk belajar membuat aneka produk yang bisa dihasilkan dari biji sawit selain CPO," ujarnya.
 
Tak hanya perkebunan, Babel memiliki potensi sektor perikanan dan kelautan yang memberikan hasil melimpah yang mencapai ratusan ribu ton hasil perikanan tangkap sejak 10 tahun terakhir. Dengan potensi tersebut tentu menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis di sektor ini tentunya dengan menghasilkan produk hasil olahan perikanan yang berkualitas tinggi. Selain itu, produk olahan ini juga harus memiliki masa kadaluarsa yang lebih panjang, sehingga dapat diterima dengan baik di pasar lokal maupun internasional. 
 
"Guna menghasilkan produk olahan yang memiliki masa kadaluarsa yang lebih panjang, pelaku UMKM bisa memanfaatkan teknologi modified atmosphere packaging (MAP). MAP menawarkan solusi yang inovatif untuk mencapai tujuan tersebut, dengan cara memperlambat kerusakan produk melalui pengaturan komposisi gas dalam kemasan," katanya.
 
Ditambahkannya, teknologi MAP tidak hanya memperpanjang masa kadaluarsa produk, tetapi juga membantu menjaga kualitas sensorik dan nilai gizi produk. dengan menggunakan campuran gas yang tepat, seperti pengurangan oksigen dan penambahan nitrogen.
 
"Dengan teknologi MAP kita dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang menyebabkan kerusakan dan memperlambat proses oksidasi. Ini sangat penting untuk produk olahan perikanan," jelasnya.
 
Plt Kadis juga menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pihak yang terlibat dalam industri olahan perikanan, mulai dari produsen, pengolah, hingga distribusi.
 
"Dengan bekerja sama, kita dapat menciptakan rantai pasok yang efisien dan memastikan bahwa produk olahan perikanan yang sampai ke tangan konsumen tetap dalam kondisi terbaik," tekannya.
 
Dihadapan peserta pelatihan, Plt Kadis menyebutkan, selama tiga hari ke depan, peserta akan mendapatkan pengetahuan secara teoritis dan keterampilan praktis yang komprehensif dari instruktur dan narasumber yang berpengalaman di bidangnya. Para peserta akan mendapatkan ilmu dalam pengolahan produk turunan sawit maupun tentang teknologi MAP, mulai dari prinsip dasar MAP, teknik pengemasan, hingga praktik langsung penggunaan mesin pengemas. 
 
Diharapkan semua peserta dapat mengikuti setiap sesi dengan baik dan aktif berpartisipasi, sehingga dapat memahami dan menerapkan ilmu dan teknologi ini secara efektif di lapangan.
 
"Mari manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar dan bertukar pengetahuan. selain itu, sesi tanya jawab dan diskusi akan menjadi momen yang berharga untuk mengatasi tantangan yang mungkin dihadapi dalam penerapan teknologi ini di lapangan," sebutnya 
 
Diakhir sambutanya, Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan pelatihan ini. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan industri perkebunan dan perikanan di Prov Kep Babel.
 
"Saya berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal yang baik untuk inovasi produk turunan kelapa sawit dan peningkatan kualitas produk olahan perikanan kita," pungkasnya.