Petaling – Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muslim El Hakim Kurniawan, menyampaikan komitmennya dalam menggerakkan sektor usaha mikro dan kecil melalui program Gerakan Mahasiswa Pendamping KUR UMKM (GEMPUR).
Hal ini disampaikannya dalam kegiatan diseminasi yang berlangsung di IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Kamis (17/07/25).
Kegiatan desiminasi Gempur KUR UMKM di IAIN SAS Bangka Belitung dihadiri Wakil Ketua DPRD Prov Kep Babel, Eddy Iskandar, Ketua Komisi II DPRD Prov Kep. Babel, Dody Kusdian beserta anggota Komisi II, Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Iskandar, perwakilan BSI Pangkalpinang, perwakilan BSB Syariah, Jamkrindo Babel, dan mahasiswa IAIN SAS Babel.
Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muslim El Hakim Kurniawan menegaskan bahwa UMKM memiliki peran vital dalam menggerakkan roda perekonomian nasional, termasuk di Bangka Belitung. Namun demikian, masih banyak pelaku UMKM yang kesulitan mengakses pembiayaan formal seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) akibat minimnya informasi, literasi keuangan, serta keterbatasan dalam administrasi usaha.
“Melalui program GEMPUR ini, kita ingin menjawab tantangan tersebut. Ada tiga sasaran utama yang ingin kita capai,” ujar Muslim.
Pertama, lanjutnya, penyaluran KUR diharapkan lebih banyak terserap pada sektor-sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan (4P), dibanding sektor perdagangan yang berpotensi menimbulkan overheat economy. Kedua, program ini diharapkan mendorong peningkatan akses KUR di wilayah pedesaan yang selama ini relatif tertinggal dibandingkan daerah perkotaan. Ketiga, program ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam memahami praktik kewirausahaan di lapangan.
“Dengan menjadi pendamping, adik-adik mahasiswa tidak hanya membantu pelaku usaha mikro, tetapi juga belajar banyak hal, mulai dari dinamika pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga mengasah jiwa kepemimpinan dan empati sosial,” tambahnya.
Dinas Koperasi dan UKM dalam hal ini menggandeng perguruan tinggi untuk menggerakkan mahasiswa sebagai agen pendamping. Muslim menyebut peran mahasiswa sangat strategis karena mereka menjadi jembatan antara pelaku UMKM dan lembaga keuangan penyalur KUR.
“Saya mengajak seluruh pihak, akademisi, perbankan, dan stakeholder terkait untuk bersinergi aktif. Mari kita pastikan, setiap pendampingan yang dilakukan benar-benar mendorong UMKM naik kelas dan semakin berdaya saing,” imbaunya.
Kepada para mahasiswa pendamping yang hadir, Muslim menyampaikan apresiasi dan semangat.
“Selamat bergabung dan berjuang dalam gerakan ini. Tugas kalian mulia: bukan sekadar mendampingi, tapi menggerakkan perubahan di tengah masyarakat,” tutupnya.
Ia pun berharap kegiatan diseminasi ini menjadi pedoman yang jelas dalam pelaksanaan GEMPUR, agar dapat dijalankan secara efektif, efisien, dan akuntabel.