Pangkalpinang - BI merelease  bahwa pertumbuhan ekonomi Babel sedikit melambat. Untuk itu diperlukan terobosan agar bisa mengembangkan koperasi dan UMKM sehingga bisa tumbuh dan berdaya saing. 
 
"Kita perlu terobosan agar UMKM bisa tumbuh dan berdaya saing sehingga bisa menjadi sektor penggerak ekomomi. Terobosan yang baik dihasilkan dari sinergi program pemberdayaan koperasi dan UKM antara Pusat, Provinsi dan Kab/Kota," kata Assisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Yanuar saat membuka rakor perencanaan pemberdayaan koperasi dan UKM di Cordela Hotel, Rabu (18/9/19) sore.
 
Ia mengungkapkan, berbagai faktor menjadi penyebab ekonomi Babel melambat. Salah satunya, harga tiket angkutan udara yang meningkat. Hal ini berdampak pendapatan UKM di Babel yang mengalami sedikit penurunan.
 
"Permasalahan ini perlu mendapatkan solusinya, yakni  diperlukan komunikasi antar Kabupaten/ Kota se Babel yang harmonis dalam menghasilkan program pemberdayaan yang bersinergi untuk peningkatan perekonomian masyarakat," ujarnya.
 
Yanuar menambahkan bahwa pemberdayaan koperasi dan UMKM tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Apalagi di era industri 4.0 ini, persaingan dan tantang semakin besar. 
 
Berbagai upaya seperti  peningkatan kualitas SDM,  peningkatan kualitas dan kapasitas produksi, memperluas jaringan usaha dan pemasaran,  Wirausaha pemula, dan memperluas akses pembiayaan guna mendorong sektor KUMKM tumbuh perlu mendapatkan pwrhatian serius bersama.
 
"Upaya-upaya perbadayaan KUMKM tersebut akan berhasil jika dimulai dengan perencanaan yang berkualitas, kesatuan tekad dan sinergi program," ujarnya.