Pangkalpinang - Sepanjang tahun 2022, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kep Bangka Belitung melalui UPT Balatkop UMKM berhasil memberikan pelatihan kepada ratusan pengurus koperasi dan UMKM di Babel. Tercatat sebanyak 982 orang berhasil diberikan pelatihan baik pelatihan kewirausahaan maupun keterampilan teknis lainnya.
 
"Total peserta yang berhasil kita berikan pelatihan sebanyak 982. Mereka terdiri dari pengurus koperasi dan pelaku UMKM di Babel," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan saat ditemui diruang kerjanya, Senin (06/03/23).
 
Ia menjelaskan, pelaksanaan pelatihan pada tahun 2022 lalu dilaksanakan dengan pola yakni pelatihan secara luring dan daring. Pelatihan tersebut mulai dilaksanakan pada Bulan Maret 2022.
 
"Kita laksanakan pelatihan secara luring maupun daring. Untuk pelatihan digital marketing kita laksanakan secara daring," jelasnya.
 
Ia menyebutkan, bagi pelaku UMKM diberikan pelatihan seperti pelatihan pengolahan minyak atsiri lada, manajemen keuangan bagi UMKM, pelatihan fotografi, pengolahan sampah plastik menjadi bensin, pengolahan minyak kayu putih/nilam, pelatihan tenun cual dengan pewarna alami, kerajinan lidi nipah, budidaya ikan nila dengan teknik bioflog, serta sosialisasi hukum dan peningkatan literasi hukum. Sementara bagi pengurus koperasi, pihaknya memberikan pelatihan akuntansi koperasi dan penilaian kesehatan koperasi.
 
Dia menjelaskan, program pelatihan bagi koperasi dan UMKM ini merupakan program yang dibiayai dengan dana DAK non fisik Kemenkop UKM. Pelatihan bagi koperasi dan UMKM sebagai strategi dari pemerintah untuk pengembangan SDM baik pengetahuan maupun keterampilan. 
 
"Ini upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) pengurus koperasi dan pelaku UMKM di Babel agar memiliki kemampuan dalam mengelola dan mengembangkan usahanya," jelasnya.
 
Tak hanya untuk peningkatan kapasitas SDM KUMKM, pihaknya juga terus mendorong peningkatan ekspor produk UMKM. Hal ini dilakukan dengan memberikan pelatihan sertifikasi dan Uji kompetensi ekspor bagi UMKM yang memiliki potensi ekspor.
 
"UMKM yang memiliki potensi ekspor kita berikan pelatihan. Sehingga mereka memiliki pengetahuan dan prosedur tentang ekspor serta bisa mencari peluang pasar ekspor produknya," ujarnya.
 
Ia berharap, pengurus koperasi dan UMKM yang sudah dilatih dapat menularkan ilmu dan pengetahuan yang diperolehnya kepada lingkungannya.
 
"Yang sudah dilatih, implementasikan ilmu yang diperoleh agar usahanya semakin baik. Share juga ilmu dan pengetahuan kepada temen-temen yang lain," harapnya