Pangkalanbaru - Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Babel, Yulizar Adnan mengatakan UMKM telah menunjukan eksistensinya saat krisis ekonomi dan pandemi Covid-19 dan menjadi katup penyelamat bagi pertumbuhan ekonomi bangsa.
"UMKM mampu memberikan sumbangan yang cukup besar pada penyerapan tenaga kerja dan memberikan kontribusi besar pada PDRB," ujarnya.
Namun peran penting UMKM masih sering terkendala permodalan. Karena menurutnya, UMKM memiliki pola pembiayaan yang unik yakni diperlukan ketersedian dana relatif cepat, sasaran yang tepat, dan prosedur yang sederhana serta adanya kemudahan akses kesumber pembiayaan seperti KUR.
Lebih jauh Kadis KUKM mengatakan bahwa akses pembiayaan KUR harus menjadi perhatian bersama. Karena penyediaan kredit bagi pelaku UMKM merupakan bagian integral dari pelaksanaan pemberdyaan UMKM yang diharapkan memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi, pendapatan UMKM serta penyerapan tenaga kerja sehingga memberikan peningkatan perekonomian masyarakat.
"Akses pembiayan melalui program KUR harus jadi perhatian bersama karena jadi bagian integral pemberdayaan UMKM," ujarnya.
Kadis KUKM menuturkan kehadiran pendamping KUR ini akan sangat membantu UMKM dalam mengakses pembiayaan. Pendamping KUR ini akan menjadi PIC bagi dinas dalam memberikan pendampingan bagi UMKM untuk memperoleh KUR.
"Kehadiran pendamping KUR di Babel akan sangat membantu UMKM dalam mengakses pembiayaan. Semoga kedepan jumlah pendamping KUR ditambah. Dan pihaknya juga akan mengusulkan ada tenaga pendamping KUR melalui APBD pada tahun depan sehingga kita bisa bersinergi," ujarnya.
Kadis mengatakan bahwa Pemprov Kep Babel sangat mendukung adanya tenaga pendamping KUR yang berjumlah sepuluh orang dan satu orang koordinator. Dengan adanya pendamping KUR di Babel diharapkan penyerapan KUR bisa meningkatan dibandingkan tahun 2021 yang lalu.
"Tenaga ini diharapkan bisa mempercepat pencapaian penyaluran KUR di Babel. Semoga akad penyaluran KUR di Babel bisa mencapai hingga 2 triliun pada tahun ini," harapnya.
Sebelumnya, Kabid Peningkatan Akses Pembiayaan Usaha Mikro M. Subkhan Subkhi mewakili Asdep Pembiayaan Usaha Mikro Deputi Bid Usaha Mikro, mengatakan bahwa saat ini dunia usaha sudah mulai bangkit. Tetapi banyak umkm dan koperasi yang masih terkendala karena keterbatasan pembiayaan atau modal. Sektor Koperasi dan UMKM juga masih banyak yang belum bisa mengakses pembiayaan karena belum memenuhi persyaratan yang disyaratkan perbankan.
"Sektor UMKM sering terkendala adanya jaminan. untuk mengatasi itu pemerintah keluarkan kebijakan KUR sehingga UMKM yang layak dan belum bankable dapat difasilitasi untuk mengakses pembiayaan tersebut," katanya.
Untuk mendorong penyerapan KUR ini, KemenkopUKM memberikan pembekalan kepada tenaga pendamping KUR. Pembekalan dilaksanakan dengan target satu tenaga pendamping memberikan pendampingan kepada 10 usaha mikro setiap bulan.
“Secara keseluruhan, target Pendampingan KUR Tahun 2022 adalah memberikan pendampingan kepada 11 ribu pelaku usaha mikro di 15 Provinsi dengan jumlah tenaga pendamping sebanyak 190 orang dan dilakukan selama 6 bulan," ujarnya.
Tercatat hasil pendampingan KUR pada 2021 sebanyak 9.127 usaha mikro atau sebesar 130% dari target 7.000 usaha mikro dengan nilai pengajuan plafon KUR sebesar Rp302,45 miliar dan yang terealisasi sebesar Rp202,55 miliar.
Ia menyatakan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan akses pembiayaan untuk UMKM melalui program KUR dengan target sebesar Rp373,17 triliun dan memberikan relaksasi dan stimulus tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3% sampai dengan 31 Desember 2022. Sehingga, suku bunga KUR berkurang dari 6% menjadi 3%.
Sementara realisasi penyaluran KUR tahun 2022 sampai dengan 22 Mei 2022 berdasarkan data SIKP sebesar Rp137,05 triliun dan diberikan kepada 2,99 juta debitur.
Selanjutnya, realisasi penyaluran KUR Provinsi Kep Babel Tahun 2022 sampai dengan 22 Mei 2022 berdasarkan data SIKP sebesar Rp 832,81 miliar kepada 13.143 debitur.
“Dengan potensi besarnya penyaluran KUR ini tentunya akan memberikan dampak positif yang diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh Pelaku Usaha Mikro di Babel,” katanya.