Jakarta - Kain Cual adalah Kain yang menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Belitung dan sudah menjadi identitas serta ciri khas masyarakat Negeri Serumpun Sebalai. Di zaman modern saat ini, kain cual semakin eksis. Kain cual selalu muncul dalam setiap event yang mengangkat dan menggunakan tema kebudayaan daerah.
 
Tak heran, kini cual semakin dikenal oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Salah satu sosok yang berperan dalam eksisnya kain cual saat ini adalah Maslina Yazid (56), pencetus berdirinya Koperasi Tenun Kain Cual Khas Bangka.
 
"Kain cual saat ini sudah banyak peminatnya. Bahkan sudah sampai keluar negeri," ungkap Maslina di Gedung Smesco di Jakarta, Sabtu (1/12/18).
 
Kain Cual adalah kain adat dari Kota Muntok dan terus dilestarikan secara turun temurun oleh Maslina. Saat ini Maslina sudah mengumpulkan 26 motif tenun cual seperti motif Gajah Mada, motif Kembang Kenanga, motif Jande Bekecak dan lainnya.
 
Maslina menceritakan bahwa kini bisnis kain tenun Maslina sudah berkembang di tiga kabupaten dan satu kota, yakni Kab Bangka, Kab Bangka Barat, Kab Belitung, dan Kota Pangkalpinang dengan jumlah perajin sebanyak 50 orang. 
 
"Semua perajin itu menjadi binaan Koperasi Tenun Kain Cual Khas Bangka Belitung dan mereka memiliki satu alat tenun. Penenun yang tergabung di koperasi ini diberikan pelatihan menenun, alat tenun dan bahan baku," ceritanya.
 
"Mereka menenun di rumah masing-masing, kemudian hasil tenunnya ditampung Koperasi untuk dipasarkan,” lanjutnya.
 
Terkait bahan baku, Maslina menuturkan bahwa semua bahan baku ini dibeli dan distock dikoperasi. Dengan begini, seluruh anggota koperasi dapat menggunakan bahan baku tersebut.
 
"Bahan baku ini dibeli dari Palembang, Jakarta. Sedangkan benang emasnya, biasa kita beli dari India dan Singapura," tuturnya.
 
Ketika disinggung perhatian pemerintah, Menurutnya, pemerintah sangat mendukung pelestarian tenun cual. Pemerintah daerah memberikan bantuan, perhatian dan support baginya dalam melestarikan cual Bangka Belitung. Selain dari pemerintah, dukungan juga diberikan PT Timah.
 
"Pak Gubernur sangat mendukung kelestarian tenun cual. Dukungan tersebut diperolehnya dari pemerintah mulai dari pemasaran, bahan baku hingga alat kerja. Bantuan modal juga diperolehnya dari PT Timah," ungkapnya.
 
Maslina mengharapkan memiliki suatu tempat khusus yang bisa dimanfaatkan untuk melatih masyarakat dalam menenun cual. 
 
"Saya berharap kedepan ada tempat khusus agar kita bisa melatih masyarakat atau generasi muda, anak-anak putus sekolah serta Ibu rumah tangga sehingga mereka bisa mempunyai keterampilan dan menghasilkan kain cual," harap Maslina.