Pangkalan Baru — Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Manajer Koperasi Angkatan II yang berlangsung di Hotel Grand Vella, Pangkalan Baru, Selasa (21/10/2025). 
 
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga 23 Oktober ini diikuti oleh 20 pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari berbagai kabupaten dan kota di Bangka Belitung.
 
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Babel, Muslim El Hakim Kurniawan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya agenda seremonial, tetapi langkah nyata pemerintah dalam membangun koperasi yang profesional, tangguh, dan berdaya saing.
 
“Ini wujud komitmen kita bersama untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat,” ujar Muslim dalam sambutannya.
 
Menurutnya, koperasi yang maju tidak hanya bertumpu pada semangat gotong royong, tetapi juga pada sumber daya manusia yang kompeten, jujur, dan profesional. Banyak koperasi berkembang pesat, namun ada juga yang terhenti karena lemahnya manajemen dan kapasitas pengurus.
 
Melalui kegiatan ini, para peserta akan diuji kompetensinya oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat yang diperoleh nantinya bukan sekadar formalitas, tetapi pengakuan resmi atas kemampuan dan profesionalisme pengelola koperasi.
 
“Manajer koperasi adalah ujung tombak pengelolaan harian dan pengambilan keputusan strategis. Karena itu, penguatan kompetensi mereka menjadi hal yang mendesak,” tambah Muslim.
 
Pelatihan ini juga merupakan bagian dari reformasi total koperasi dan penguatan kelembagaan yang sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Sertifikasi Kompetensi. Peserta akan belajar tentang manajemen koperasi, keuangan profesional, penyusunan rencana bisnis berkelanjutan, serta kemitraan dengan dunia usaha dan lembaga keuangan.
 
Muslim mengungkapkan, di tengah transformasi ekonomi Bangka Belitung, dari ketergantungan pada pertambangan menuju sektor unggulan seperti perikanan, pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Koperasi dan UMKM memegang peran penting sebagai penggerak ekonomi rakyat dan pencipta lapangan kerja.
 
Namun, tantangan masih ada. Banyak koperasi belum memiliki sistem manajemen yang profesional dan belum menerapkan pelaporan keuangan berbasis digital. Rendahnya jumlah manajer koperasi tersertifikasi juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
 
“Koperasi harus mampu beradaptasi dengan digitalisasi dan perubahan pasar. Karena itu, pelatihan ini menjadi langkah awal menuju koperasi yang modern dan kompetitif,” tegasnya.
 
Terkait Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Muslim berharap pengurus bisa segera mengoperasikan gerai koperasi paling lambat akhir Desember 2025. Ia menambahkan, setelah sertifikasi ini akan dilanjutkan dengan program capacity building pada akhir Oktober hingga November, serta pendampingan intensif dari tim Business Advisor (BA).
 
“Kami ingin teman-teman pengurus KDMP tetap semangat. Jalankan koperasi dengan sungguh-sungguh agar bisa memberi manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat desa,” ucapnya penuh harap.
 
Muslim juga menekankan pentingnya membangun jejaring profesional antar manajer koperasi di Babel agar tercipta ekosistem koperasi yang saling belajar dan saling menguatkan.
 
“Kita ingin koperasi Bangka Belitung semakin solid, modern, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.