Pangkalpinang - Sebanyak 30 Pengelola atau Pengurus Koperasi mengikuti pelatihan penilaian kesehatan koperasi. Pelatihan penilaian kesehatan koperasi berlangsung selama empat hari dari tanggal 8 hingga 11 Agustus di Gedung UPT Balatkop UMKM Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Bangka Belitung.
 
Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan mengatakan bahwa sehat atau sakit itu bukan hanya manusia saja, tetapi koperasi juga ada sehat atau sakit. Pengelolaan koperasi harus mengelola koperasi dengan baik dan benar.
 
"Pengelola koperasi wajib mengelola usahanya secara profesional dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, sehingga koperasi senantiasa dalam keadaan “sehat” sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dan memberi manfaat kepada anggota dan masyarakat," katanya dihadapan 30 pengelola koperasi.
 
Kehadiran koperasi sangat dibutuhkan masyarakat. Dalam perkembanganya, saat ini bermunculan koperasi yang mengatasnamakan koperasi. Padahal koperasi tersebut tidak terdaftar dan ilegal. Oleh karena itu, Pemerintah terus mengawasi koperasi yang ada di Babel agar bisa dinilai kesehatannya baik dari aspek kelembagaan maupun keuangannya.
 
"Kita selalu pantau dan awasi kehadiran koperasi dan menilai kesehatan koperasi agar koperasi-koperasi di Babel ini merupakan koperasi yang sehat, aktif dan legal sehingga bermanfaat bagi masyarakat," ucapnya.
 
Ia menambahkan bahwa penilaian kesehatan koperasi merupakan penilaian untuk mengukur tingkat kesehatan Koperasi yang menjalankan kegiatan usaha simpan Pinjam, baik konvensional maupun Syariah. Adapun kesehatan KSP/USP Koperasi dan KSPPS/USPPS Koperasi adalah kondisi atau keadaan koperasi yang dinyatakan sehat, cukup sehat, dalam pengawasan dan dalam pengawasan khusus.
 
"Koperasi yang sehat itu ada ukuran. Penilaian Kesehatan koperasi merupakan penilaian untuk mengukur tingkat kesehatan koperasi. Kesehatan koperasi adalah kondisi untuk menyatakan koperasi itu sehat, cukup sehat, dan dalam pengawasan serta dalam pengawasan khusus," tambahnya.
 
Melihat pentingnya penilaian  koperasi, pihaknya pun mengadakan pelatihan penilaian kesehatan koperasi. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM Pengelola koperasi dalam melakukan penilaian kesehatan koperasi dan meningkatkan kemampuan membaca dan menganalisa hasil penilaian kesehatan koperasi.
 
"Pengelola koperasi bisa membaca atau mendeteksi dini suatu kondisi jika tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku sehingga koperasi bisa tetap sehat dan berjalan baik," ujarnya.
 
Melalui pelatihan ini, pihaknya berharap SDM pengelola koperasi dapat meningkat dan dapat bermanfaat bagi peserta dalam mengelola koperasi.
 
"Semoga pelatihan ini memberikan manfaat bagi kemajuan SDM koperasi di Babel dalam mengelola koperasi dan menjalankan usahanya secara profesional," harapnya.