Pangkalan Baru – Puluhan pengurus koperasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengikuti Pelatihan Manajemen Keuangan Koperasi yang resmi dibuka oleh Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muslim El Hakim Kurniawan, di Grand Vella Hotel, Selasa (05/08/25).
 
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muslim El Hakim Kurniawan mengatakan bahwa banyak koperasi yang memiliki aset dan omzet besar namun mengalami kesulitan dalam pengelolaan keuangan. Masalah-masalah umum yang sering dihadapi antara lain pencatatan transaksi yang kurang rapi, ketidakmampuan dalam menyusun laporan keuangan yang akurat, serta kendala dalam mengelola arus kas dan hutang.
 
“Permasalahan ini jika tidak segera diatasi dapat menghalangi pertumbuhan usaha dan bahkan menyebabkan kerugian yang signifikan,” tegas Muslim.
 
Ia menjelaskan, pelatihan manajemen keuangan ini digelar sebagai salah satu solusi strategis untuk membekali para pengurus koperasi dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam tata kelola keuangan yang baik. Dalam pelatihan selama tiga hari ini, peserta akan mempelajari berbagai aspek penting, mulai dari pencatatan keuangan, penyusunan laporan, pengelolaan arus kas, hingga strategi menghadapi tantangan eksternal.
 
“Dalam pelatihan ini, kita akan belajar tentang berbagai aspek penting dalam manajemen keuangan, mulai dari pencatatan hingga pembuatan laporan,” ujar Muslim.
 
Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dari 5 hingga 7 Agustus 2025, dan diikuti oleh perwakilan koperasi dari berbagai wilayah di Bangka Belitung.
 
Lebih lanjut, Muslim menekankan pentingnya koperasi untuk terus beradaptasi di tengah tantangan zaman, seperti perubahan regulasi, digitalisasi ekonomi, dan persaingan dengan lembaga keuangan lainnya.
 
“Koperasi tidak dapat menutup mata terhadap tantangan eksternal. Maka dari itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama. Seluruh desa dan kelurahan saat ini telah memiliki koperasi merah putih. Mudah-mudahan bisa menjadi mitra strategis koperasi-koperasi yang sudah eksis, dan mampu bersaing dengan lembaga keuangan lainnya,” katanya.
 
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini adalah langkah awal dari upaya peningkatan kapasitas koperasi di Babel. Keberhasilan program ini, lanjutnya, sangat bergantung pada keseriusan dan komitmen peserta dalam mengimplementasikan pengetahuan yang didapat ke dalam kegiatan operasional koperasi masing-masing.
 
“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan serius dan aktif, serta berpartisipasi dalam setiap sesi,” ajaknya.
 
Muslim juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para narasumber dari RA Consulting dan Uniper yang telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman. Ia berharap, ilmu yang diberikan selama pelatihan dapat menjadi bekal berharga bagi para pengurus koperasi dalam menjalankan roda organisasi dengan lebih profesional.
 
“Terima kasih kepada seluruh pihak atas kerja sama yang baik. Sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, lembaga keuangan, dan organisasi lainnya sangat penting dalam menyukseskan pemberdayaan koperasi di Bangka Belitung,” ucapnya.
 
Di akhir sambutannya, Muslim mengajak para peserta untuk memanfaatkan forum pelatihan ini dengan sebaik-baiknya dan menjadikan kesempatan ini sebagai momen untuk menggali solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi koperasi.
 
“Diskusikan semua permasalahan yang dihadapi di koperasi masing-masing. Cari solusinya bersama dengan narasumber. Jangan ragu untuk bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman,” pungkasnya.