Pangkalpinang - Pemerintah terus berupaya melakukan peningkatan kompetensi pelaku koperasi dan UKM di Provinsi Kep Bangka Belitung. Upaya ini dilakukan dengan memberikan berbagai pelatihan yang rencananya akan dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel melalui UPT Balatkop UMKM pada Bulan Maret 2023.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan mengatakan bahwa pemerintah terus memberikan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas SDM koperasi dan UKM. Hal ini dilakukan agar kualitas SDM pelaku KUMKM meningkat sehingga bisa bersaing dengan pelaku usaha lainnya.
"Kami siapkan pelatihan sebanyak 14 angkatan. Pelatihan ini agar kompetensi pelaku KUMKM Babel meningkat sehingga bisa bersaing dan naik kelas," katanya diruang kerjanya, Senin (13/03/23).
Kadis menjelaskan, pelatihan bagi KUMKM dan tenaga pendamping dilakukan sesuai dengan amanat PP 7 Tahun 2021. Berdasarkan PP tersebut, pemerintah memberikan kemudahan, perlindungan dan pemberdayaan bagi KUMKM dalam mengembangkan usahanya.
Kadis menyebutkan, sebanyak 14 angkatan pelatihan ini terdiri dari pelatihan bagi koperasi, pelatihan bagi UMKM serta pelatihan bagi tenaga pendamping. Pelatihan akan dilaksanan secara tatap muka dan daring.
Pelatihan bagi pengurus koperasi yakni pelatihan penyusunan laporan RAT dan pelatihan akuntansi. Sementara untuk UMKM yakni ada pelatihan digital marketing, pelatihan pewarna alam untuk kerajinan, pengolahan bahan-bahan perlengkapan akuarium standar ekspor, pembuatan minyak atsiri, pelatihan manajemen pengolahan pertanian, pelatihan manajemen keuangan bagi pelaku UMKM dan pelatihan pengadaan barang dan jasa pemerintah untuk koperasi dan UMKM.
"Dari berbagai pelatihan itu, tahun ini kita targetkan ada 529 pelaku KUMKM yang mendapatkan pelatihan," sebut Kadis.
Selain pelatihan, pihaknya juga akan memberikan sosialisasi penyuluhan hukum bagi pelaku UMK. Penyuluhan hukum ini terkait dengan hukum perjanjian dan perpajakan.
"Ada sosialisasi penyuluhan hukum bagi UMKM. Ini ada delapan angkatan dengan target dilakukan disetiap Kab/Kota dengan target peserta sebanyak 260 UMKM," ujarnya.
Kadis berharap, dengan adanya pelatihan, pendampingan dan penyuluhan hukum ini, kapasitas SDM KUMKM terkait hukum dan perjanjian kontrak terus meningkat agar usahanya semakin berkembang.
"Diharapkan kapasitas SDM akan terus meningkat. Dengan begitu, usahanya bisa semakin maju, berkembang dan tentunya UMKM juga bisa ekspor," pungkasnya