Pangkalpinang - Sebanyak 30 tenaga pendamping UMKM mengikuti pelatihan di Gedung UPTD Balatkop UMKM, Senin (19/06/23). Kegiatan pelatihan ini dibuka Kepala UPTD Balatkop UMKM, Martinawati mewakili Kadis Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Babel.
 
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman menyeluruh mengenai tugas dan fungsi pendamping UMKM dan peningkatan kapasitas dan skill pendamping UMKM. Dalam pelatihan ini, tenaga pendamping akan mendapatkan materi terkait prosedur ekspor, HACCP, melakukan identifikasi masalah dan  kebutuhan pendampingan, menyusun rencana pendampingan serta membuat laporan.
 
Kepala UPTD Balatkop UMKM Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, Martinawati mengatakan tugas pendamping UMKM sangat penting dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas pelaku UMKM. Melalui pendampingan yang diberikan, usaha pelaku UMKM dapat semakin berkembang dan maju.
 
"Peran tenaga pendamping itu sangat penting dalam meningkatkan kualitas baik dari sisi manajemen usaha, kemasan, kualitas produk hingga promosi produk UMKM sehingga usahanya bisa semakin berkembang," katanya dihadapan tenaga pendamping UMKM.
 
Ditambahkanya, Pendamping juga berperan sebagai teman dan mentor bagi UMKM.
 
"Kalian (tenaga pendamping.red) itu berperan sebagai teman dan mentor. Bukan atasan dan bawahan. Pendamping memberikan masukan dan pilihan alternatif agar usaha UMKM yang didampinginya semakin berkembang," ujarnya.
 
Selain itu, Menurutnya tenaga pendamping UMKM juga bertugas sebagai kurator bahkan bisa menjadi sebagai "dokter umum" bagi UMKM. Karena pendamping itu bisa memberikan pengetahuan tentang manejemen usaha, mengelola keuangan dan memberikan arahan tentang kemasan produk bagi UMKM.
 
"Kalian bisa menjadi kurator pertama dalam memeriksa produk bagi UMKM sehingga produk UMKM bisa memenuhi standar dan menembus pasar ekspor," ujarnya.
 
Martinawati melalui kegiatan pelatihan ini, tenaga pendamping dapat meningkatkan kemampuan teknis sehingga mampu meningkatkan daya saing serta mendorong produk UMKM Babel menembus pasar global.
 
"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis, skill dan pengetahuan tentang ekspor sehingga kalian mampu meningkatkan daya saing UMKM dan memperbanyak UMKM yang bisa ekspor," ujarnya.
 
Selain itu melalui pelatihan ini, tenaga pendamping UMKM juga bisa menjadi ajang silaurahim dan meningkatkan komunikasi serta kolaborasi dalam meningkatkan pendampingan bagi UMKM di Babel.