Pangkalpinang - UMKM dan pariwisata menjadi dua sektor yang saling mendukung. Peran pariwisata dan UMKM untuk menggerakan ekonomi mampu memberikan multi efek seperti bola salju. Dimana, kehadiran wisatawan mampu berikan efek pada pengusaha penginapan, UMKM kuliner, dan UMKM oleh-oleh serta souvenir.
Pertumbuhan UMKM sebagai sektor yang menggerak ekonomi sering menghadapi kendala. Kendala tersebut antara lain faktor permodalan yang menyebabkan semangat para pelaku UMKM menurun.
Menanggapi hal tersebut, Melati Erzaldi Ketua Dekranasda Prov Kep Babel menyatakan bahwa UMKM di Babel masih sering patah semangat jika menghadapi masalah permodalan dalam mengembangkan usahanya. Selain itu, UMKM juga kurang fokus dalam memproduksi suatu produk.
"UMKM harus semangat. Jangan sampai bulan ini produknya ada, bulan depan sudah tidak ada. Makanya kita harus semangat dan fokus," katanya saat acara talkshow UMKM pada Festival UMKM Babel di Alun-Alun Taman Merdeka Pangkalpinang, Minggu (12/08/18).
Kelamahan lain yang masih sering dikeluhkan dari sisi ketersediaan bahan baku. Padahal, dengan kumdahan bahan baku maka produksi produknya akan semakin mudah. Misalnya, bahan baku benang untuk kerajinan masih mengandalkan pasokan dari Palembang.
"Pemasaran masih juga menjadi masalah. Dimana saat ini sudah banyak ecommerce dan pelaku UMKM daerah lain juga sudah menggunakan ini. Nah, UMKM Babel juga harus mulai memanfaat pemasaran secara online dan ecommerce," tambahnya.
Sementara Hj Elfiyena Kadis Koperasi dan UKM Prov Kep Babel menyatakan bahwa saat ini permodalan bukan jadi masalah lagi bagi UMKM untuk berkembang. Sebab pemerintah terus memberikan kemudahan bagi UMKM untuk mendapatkan bantuan modal, seperti dana LPDB, KUR, dan WP.
"Pemererintah terus memberikan support, baik dari permodalan, peningkatan kualitas dan sertifikasi. Misalnya, ada BPOM yang siap meningkatkan kualitas produk UMKM sehingga UMKM Babel bisa bangkit dan bersaing," katanya.
Terkait pemasaran di era milenial ini, Ia mengatakan bahwa UMKM di Babel sudah mulai melakukan promosi melalui media digital. UMKM juga sudah berani memasarkan produknya dalam marketplace/ ecommerce.
"UMKM Babel sudah berani memasarkan secara online dengan memanfaatkan ecommerce agar produk-produk UMKM Babel semakin dikenal dan mendunia," ujarnya.
Pemerintah terus mendorong UMKM Babel untuk maju dan berkembang. Menurutnya, saat ini pemerintah telah menghadirkan PLUT UMKM. PLUT ini merupakan dokter bagi UMKM. PLUT UMKM siap membantu dan membimbing serta memberikan pelatihan bagi UMKM.
"PLUT ini akan selalu setia membantu UMKM Babel agar terus meningkat secara kualitas sehingga memiliki daya saing," tuturnya.
Terkait festival UMKM ini, Hj. Elfiyena menuturkan bahwa kegiatan festival UMKM ini dalam rangka peringatan hari UMKM Nasional baru pertama kali diadakan di Babel. Terlaksananya kegiatan ini merupakan inisiasi gabungan pelaku UMKM Babel.
"Festival ini diinisasi oleh gabungan UMKM di Babel. Mereka bersama-sama gotong royong untuk melaksanakan festival ini," ujarnya.
Pada festival ini, tidak hanya bazar UMKM, tetapi juga diadakan workshop, senam pagi dan berbagai lomba, guna memancing masyarakat hadir dalam kegiatan ini.
Melalui kegiatan ini, Ia mengharapkan dapat meningkatkan kerjasama karena UMKM bisa saling mengenal.
"Kegiatan ini dapat meningkatkan kemitraan sesama pelaku UMKM di Babel. Pelaku UMKM saling bekerja sama agar bisa eksis dan berkembang,” pungkasnya.