Pangkalpinang - Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menerima bantuan alat pendukung produksi dan digitalisasi dari Pemerintah Provinsi Kep Bangka Belitung. Bantuan ini diserahkan Pj Gubernur Kep Bangka Belitung secara simbolis kepada lima pelaku UMKM di Kantor DKUKM Babel, Senin (26/12/22).
 
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yulizar Adnan mengatakan, bantuan ini berasal dari Dana Insentif Daerah (DID) yang diberikan pemerintah pusat atas keberhasilan daerah dalam mengendalikan inflasi.
 
"Bantuan ini dari dana DID, dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi dan untuk mengendalikan inflasi didaerah. Kita menerima Rp3,5 miliar, yang sudah realisasi untuk saat ini Rp1,78 miliar, dan sisa Rp1,12 miliar yang akan direncanakan dilanjutkan pada tahun 2023 mendatang," kata Yulizar.
 
Kadis KUKM menjelaskan, tidak semua usulan alat bantuan yang diajukan UMKM dapat dilaksankan tahun ini karena tidak tersedia di e-katalog dan Mbiz market. Selaim ada juga peralatan mesin rakitan yang memerlukan waktu preorder.
 
"Ada beberapa peralatan yang diajukan UMKM belum dapat terpenuhi. Jika dimungkinkan akan dilaksanakan tahun depan dengan sisa anggaran yang ada," tambahnya.
 
Ia menambahkan, pemberian bantuan ini diberikan kepada UMKM dari Kab Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat dan Belitung Timur. Pemberian bantuan ini juga menyasar klaster UMKM olahan hasil laut sesuai arahan Presiden. UMKM olahan hasil laut yang menerima bantuan yakni UMKM di Desa Kurau dan Belinyu.
 
"Bantuan ini diberikan sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM. Peralatan yang diberikan seperti frizer rumahan, tungku pemanggang, mesin pencetak bakso, mesin jahit, kursi keramas salon, komputer, printer, mesin fotocopy dan kamera serta beberapa peralatan lain," sebutnya.
 
Dengan adanya bantuan ini diharapkan membuat produksi usaha UMKM semakin meningkat dan ekonomi rakyat semakin baik.
 
"Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi UMKM sehingga ekonomi masyarakat kita juga bisa semakin baik," harapnya.
 
Salah satu UMKM yang menerima bantuan yakni Andreas Maulana, UMKM Bahek Ewaki Kurau Barat. Ia senang dan menyambut baik adanya bantuan alat pendukung produksi ini. Dengan adanya bantuan ini dapat membantu UMKM dalam menyimpan bahan baku dalam memproduksi getas.
 
"Kami berikan apresiasi kepada pemprov atas bantuan ini. Bantuan ini bermanfaat, apalagi bagi kami sebagai UMKM yang bergerak di bidang pengolahan hasil perikanan. Dengan adanya frizer ini kami bisa menyetok ikan untuk produksi," katanya.
 
Selain itu, Menurutnya, bantuan ini sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM yang ada di Kurau Barat. Dengan adanya bantuan frizer, dana yang sebelumnya untuk membeli peralatan bisa dialihkan untuk membeli bahan baku.
 
"Bantuan ini tepat sasaran dan sesuai kebutuhan kami UMKM yang bergerak disektor pengolah hasil perikanan. Apalagi saat ini, p  produksi getas Bahek Ewaki dalam sebulan sudah mencapai 600 kilo dengan bahan baku ikan sekitar 300 kg. Jadi ini sangat membantu kami," ujarnya.
 
Diceritakannya, disisi promosi, produk getasnya dipasarkan dengan memanfaatkan digitalisasi. Produknya dipasarkan melalui marketplace dan media sosial Fb dan instagram bahkan telah menggunakan Tiktok.
 
"Dengan memanfaat market place dan media sosial, getas buatanya bisa dipasar keluar Babel. Minggu kemaren, getas dikirim ke jambi dan hari ini ada pengirim getas lagi untuk ke palembang," ujarnya.