Pangkalpinang - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kep Babel menggelar sosialisasi ISO 9001 : 2015 guna meningkatkan standar mutu pelayanan Balatkop UMKM di Gedung Balatkop di Pangkalpinang, Kamis (14/02/19).
Kepala UPTD Balatkop UMKM Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung Suparman Effendi mengatakan bahwa kegiatan ini akan memberikan informasi dan pemahaman terkait standar dalam hal sistem manajemen mutu yang dapat diterapkan dalam suatu pelayanan penyelenggaraan pelatihan.
“Perlunya pemahaman standar bagi seluruh pegawai UPTD agar bisa meningkatkan mutu pelayanan. Dengan begitu kita akan siapkan semua persyaratan agar beberapa bulan kedepan saat dilakukan audit, UPTD ini bisa meraih ISO 9001:2015," kata Suparman.
Menurutnya standar dapat menjadi acuan bagi UPTD dalam menyelenggarkan suatu pelatihan sehingga dapat memberikan dampak bagi kemajuan pelaku KUKM di Babel.
“Diperlukan kesadaran semua pihak untuk meningkatkan manajeman mutu pelayanan sehingga memberikan hasil yang baik," imbuh Suparman.
Sosialisasi ini berlangsung selama dua hari dari tanggal 14 s.d 15 Februari 2019. Kegiatan ini diikuti sebanyak 29 peserta dari pegawai dinas kop umkm dan uptd.
Sementara itu Sri Susiati, Pemateri dari Andalan Cipta Management mengatakan ISO 9001:2015 ini merupakan standar Internasional yang telah ditetapkan di Swiss. Standar ini berlaku disemua negara.
"Semua jika menerapkan ini memiliki standar kesamaan dalam pelayanan, kesetaraan dalam pelayanan," katanya.
Ia menjelaskan bahwa tujuan dari ISO ini agar bisa memajukan koperasi dan UMKM melalui pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan.
"Kita harus memiliki standar sehingga bisa memiliki kemajuan. Peningkatan mutu layanan harus dipikirkan agar pelatihan yang diselenggarakan sesuai dengan standar Internasional," jelasnya.
Susiati menuturkan bahwa ISO tersebut tentang manajeman mutu. Dimana mutu itu sendiri merupakan karakteristik yang melekat yang memenuhi persyaratan. Untuk mendapatkan iso, suatu institusi harus mempunyai standar-standar (SOP) dalam pelaksanaan kegiatan diinstitusi tersebut.
Ia mencontohkan bahwa penyusunan silabus harus berdasarkan standar yang berlaku. Penyusunan silabus yang melibatkan banyak orang ini harus terdokumentasi dengan baik
"Dalam penyusunan silabus harus ada daftar hadir, foto, dan notulen serta hasil kesepakan yang telah ditandatangani," ujarnya.
Selanjutnya, Ia menyarankan agar ruang antara seksi itu tersekat, begitu juga dengan ruang tamu. Selain itu, fasilitas sarana dan prasarana pelatihan harus memenuhi standar dan sertifikat pelatihan sudah ada standarisasinya.
"Sertifikat sudah distandarisasi. Sertifikat sudah divalidasi agar memiliki ciri atau standar," saranya.
Susiati mengharapkan dengan sosialisasi iso yang dilaksanakan ini, UPTD Balatkop UMKM Babel bisa memiliki iso 9001:2015.
"Dari Februari sampai September ini, Saya akan bimbing dan diharapkan bulan Oktober 2019 nanti ISO 9001:2015 ini bisa diraih," harapnya.