Pangkalpinang - Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Bangka Belitung ikut serta memeriahkan pawai kendaraan hias memperingati HUT ke 77 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Prov Kep Babel, Senin (22/8/2022).
Kegiatan pawai kendaraan hias ini mengambil rute start di Kilometer 0 Alun-alun Taman Merdeka terus dilanjutkan dengan beberapa jalan di Kota Pangkalpinang dan finish di Pasar Pagi.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan mengatakan keikutsertaan pihaknya untuk ikut memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI. Keikutsertaan ini juga bertujuan untuk mengingatkan kembali pentingnya persatuan dalam kebhinekaan dalam mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersatu, adil dan makmur setelah mengalami cobaan pandemi covid 19 yang lalu.
“Kita berharap agar bangsa Indonesia pulih lebih cepat bangkit lebih kuat agar tercipta kemakmuran dan keadilan secara merata,” katanya.
Pada pawai kali ini, Ia mengatakan bahwa pihaknya menurunkan 1 unit mobil hias dengan mengangkat tema "Digitalisasi Koperasi UMKM" yang digambarkan dengan menampilkan tangan yang mengangkat globe dunia. Tema ini diangkat mengingat pentingnya digitalisasi koperasi dan UMKM agar mampu bertahan, bangkit dan mendunia.
"Kita ingin mendorong agar Koperasi dan UMKM segera berdigitalisasi. Digitalisasi merupakan keharusan yang mendorong koperasi dan UMKM tidak hanya mampu bertahan namun melompat bangkit berkontribusi terhadap ekonomi," katanya.
Di era digital ini, penggunaan teknologi informasi menjadi suatu yang penting. Menurutnya, penggunaan teknologi dan sistem informasi baik dalam manajemen koperasi maupun dalam menjalankan usahanya, perlu dilakukan pembinaan dan pendampingan serta kemitraan. Penggunaan teknologi mampu meningkatkan pelayanan koperasi dan transparan serta akuntabel koperasi.
"Upaya digitalisasi ini mampu memodernisasi koperasi. Koperasi yang telah digital dan memiliki pelayanan yang baik, simpel dan mudah dapat meningkatkan kepercayaan koperasi dan citra koperasi dimata masyarakat," ujarnya.
Digitalisasi juga harus dilakukan UMKM. Karena Menurut Kadis KUKM, Transformasi digital menjadi kunci bagi UMKM untuk pulih dari pandemi dan membuatnya semakin kuat bertahan menghadapi ancaman resesi.
Pemerintah menargetkan 30 juta UMKM masuk ekosistem digital pada tahun 2024 dapat tercapai, termasuk di dalamnya target 1 juta produk UMKM on-boarding dalam e-katalog belanja pemerintah pusat dan daerah di tahun 2022.
Guna mendukung itu, Pemerintah
menerapkan dua pendekatan agar UMKM go digital, yaitu peningkatan kapasitas usaha dan perluasan pasar digital. Peningkatan kapasitas usaha ini dapat berupa penguatan database, peningkatan kualitas SDM, dan pengembangan klaster terpadu UMKM.
Sementara perluasan pasar digital berupa optimalisasi Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), on-boarding platform pengadaan barang dan jasa, live shopping, dan sistem informasi ekspor UMKM.
Ia menegaskan bahwa pengoptimalan ekosistem digital oleh UMKM sangatlah penting karena beberapa riset mengatakan bahwa 80 persen UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik saat pandemi.
"Selama dua tahun pandemi, ada peningkatan jumlah UMKM yang masuk ke ekosistem digital. Dan hingga saat ini ada 19 juta UMKM sudah masuk dalam ekosistem digital, tumbuh sekitar 137 persen dari sebelum pandemi. Dengan digital, UMKM bisa bertahan, terus berkembang dan mampu menghadapi persaingan di pasar nasional maupun global," pungkasnya.