Pangkalpinang – Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Hj. Farida Farichah, M.Si, meninjau langsung Koperasi Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, Selasa (10/2/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan koperasi desa benar-benar siap menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
 
Setibanya di lokasi, Wamenkop berkeliling meninjau seluruh fasilitas koperasi, mulai dari gedung utama, gudang, hingga rencana gerai unit usaha. Ia menyebut pembangunan koperasi tersebut sudah hampir selesai dan tinggal tahap penyempurnaan akhir.
 
“Bangunan sudah berdiri sekitar 98 persen, tinggal finishing saja. Lampu belum terpasang dan beberapa detail kecil. Kamar mandi tadi juga sudah kita cek, standarnya sudah sesuai. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih,” ujar Farida.
 
KDKMP Air Kepala Tujuh menjadi salah satu koperasi yang dinilai paling siap beroperasi. Dari sekitar seribu unit yang ditargetkan pemerintah, koperasi ini termasuk yang pembangunannya telah tuntas.
 
“Kalau yang sedang proses ada yang 20 persen, 50 persen, 75 persen. Totalnya kurang lebih 29 ribu koperasi yang diharapkan pada Maret–April sudah berdiri 100 persen dan bisa diresmikan langsung oleh Presiden,” jelasnya.
 
Ke depan, koperasi ini akan menghadirkan berbagai unit usaha yang dekat dengan kebutuhan warga, seperti gerai sembako, kantor layanan koperasi, klinik, apotek, logistik, hingga unit simpan pinjam. Gudang berukuran sekitar 600 meter persegi yang sudah berdiri juga diharapkan mampu menampung hasil produksi masyarakat.
 
“Gudangnya luar biasa. Dengan fasilitas pergudangan besar dan logistik memadai, warga bisa mengelola potensi desa untuk menggerakkan ekonomi di sini,” kata Farida.
 
Ia menegaskan, koperasi desa memiliki peran strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi rakyat. Selain memperpendek rantai distribusi, koperasi juga menjadi wadah kolaborasi usaha masyarakat berbasis potensi lokal.
 
“Koperasi desa ini bukan sekadar tempat belanja, tapi pusat ekonomi desa. Keanggotaannya seluruh warga. Jadi dari warga, oleh warga, dan untuk warga,” ujarnya.
 
Menurutnya, pengurus koperasi berasal dari masyarakat setempat, sementara kepala desa atau lurah bertindak sebagai pengawas ex-officio. Pemerintah hadir sebagai fasilitator dan pendamping, mulai dari pelatihan bisnis hingga penguatan administrasi.
 
“Kami dampingi jika belum punya ilmu bisnis. Dinas di provinsi dan kabupaten/kota juga akan membantu agar koperasi berjalan sesuai aturan,” tambahnya.
 
Farida juga menyoroti potensi ekonomi lokal yang bisa dikembangkan melalui koperasi, seperti perkebunan nanas, lada, hingga potensi lain di wilayah tersebut. Keuntungan koperasi nantinya akan dibagikan kepada anggota dalam bentuk sisa hasil usaha (SHU).
 
Selain itu, keberadaan KDKMP diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja lokal. Pada tahap awal, minimal 21 orang akan terlibat, dan jumlah ini bisa bertambah seiring berkembangnya usaha koperasi.
 
“Kalau potensi kelurahannya berkembang, tenaga kerja juga akan bertambah. Mulai dari sopir, pengelola kebun, akuntansi, hingga tenaga operasional lainnya. Kita maksimalkan yang bekerja adalah warga setempat,” katanya.
 
Terkait pengelolaan potensi pertambangan, Farida menyebut saat ini ada puluhan KDKMP di Bangka dan Belitung yang tengah didampingi untuk bekerja sama dengan PT Timah. Melalui skema koperasi, hasil tambang diharapkan bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
 
“Kegiatan pertambangan di desa bisa dikelola warga melalui koperasi, dan hasilnya diserap oleh PT Timah. Keuntungannya kembali ke masyarakat melalui koperasi,” ujarnya.
 
Kedatangan Wamenkop disambut Staf Ahli Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Babel, jajaran pemerintah kota, TNI, serta pengurus koperasi.
 
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Agus Suryadi, mengatakan, gerai ini sudah dalam posisi 100 persen pembangunan selesai. Sebagai gambaran sudah clear and clean terkait dengan lahan KDKMP di Babel itu sekitar 340 unit yang telah memiliki lahan.
 
“Yang lain masih dalam proses keterbatasan lahan yang perlu ada adjustment dan justifikasinya. Dan kami juga berharap mudah-mudahan sebagaimana arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, Insya Allah yang katanya pada bulan Maret-April ini akan dilaunching sekitar 10 persen KDKMP seluruh Indonesia,” kata Agus.
 
Ia menuturkan, Bangka Belitung akan berkontribusi menyumbangkan 10 persen dari 393 koperasi yang akan diresmikan Presiden Prabowo dalam waktu dekat nanti.
 
“Kami sangat mengapresiasi sekali kepada pihak Kementerian Koperasi, dari TNI, PT Agrinas yang sudah membangun bangunan ini. Mudah-mudahan ini merupakan tempat kita berkumpul bagi para masyarakat di kelurahan dan desa dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan,” katanya.
 
Dengan progres pembangunan yang hampir rampung, KDKMP Air Kepala Tujuh diharapkan segera beroperasi dan menjadi contoh bagaimana koperasi dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat di tingkat kelurahan.