Pangkalpinang – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui UPT Balai Pelatihan Koperasi (Balatkop) UMKM menggelar Pelatihan Digital Marketing bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara daring pada 6–9 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 100 pelaku UMKM dari berbagai kabupaten dan kota di Bangka Belitung.
 
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arie Primajaya, mengatakan transformasi digital telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, bertransaksi, hingga menjalankan usaha. Perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada internet dan media sosial menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus mampu dijawab oleh para pelaku UMKM.
 
"Pelaku usaha yang mampu memanfaatkan teknologi digital akan memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing, membangun merek, serta meningkatkan pendapatan," ujarnya.
 
Menurut Arie, UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak perekonomian daerah. Selain menciptakan lapangan kerja, sektor ini juga menjadi salah satu penopang peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
 
Karena itu, peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui penguasaan digital marketing menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam memperkuat daya saing usaha.
 
Dalam pelatihan tersebut, peserta akan mendapatkan berbagai materi, mulai dari strategi pemasaran digital, optimalisasi media sosial, pemanfaatan marketplace, teknik pembuatan konten, pelayanan pelanggan berbasis digital, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), hingga analisis performa pemasaran digital.
 
Arie juga mengungkapkan keberhasilan salah satu pelaku UMKM Bangka Belitung yang berhasil mengekspor 2,9 ton daun manggis ke pasar internasional. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital mampu membuka peluang pasar yang lebih luas.
 
"Hal ini tentunya sesuatu yang sangat luar biasa bagi pelaku UMKM di Babel. Jadi UMKM harus memanfaatkan pemasaran digital untuk mempromosikan produknya, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga mampu menembus pasar global," katanya.
 
Lebih lanjut, ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM melalui berbagai program, seperti pelatihan, pendampingan usaha, fasilitasi legalitas, sertifikasi produk, akses pembiayaan, promosi, hingga perluasan akses pasar.
 
Arie mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mengembangkan usaha.
 
"Jadikan pelatihan ini sebagai investasi ilmu untuk mengembangkan usaha sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun global. Saya yakin, apabila UMKM Bangka Belitung semakin mampu memanfaatkan teknologi digital, maka daya saing produk daerah akan meningkat dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," pungkasnya.