Pangkalpinang – Menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan pola pemasaran, pelaku usaha dituntut semakin adaptif dalam memanfaatkan platform digital. Menjawab kebutuhan tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui UPT Balatkop UMKM menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Digital Marketing Angkatan II di Gedung UPT Balatkop UMKM, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan yang diikuti 20 peserta ini dibuka langsung Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arie Primajaya, dengan menghadirkan narasumber dari LSP Wirausaha Kompeten Nusantara.

Pelatihan dan sertifikasi yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pemasaran digital sesuai standar kompetensi kerja yang ditetapkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, Arie Primajaya mengatakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu perhatian DKUKM Babel, baik bagi pengurus koperasi maupun pelaku UMKM. Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi sesuai kebutuhan.

Menurutnya, kemampuan pemasaran digital kini menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan menjaga keberlangsungan usaha.

Ia mencontohkan pengalaman saat pandemi Covid-19, ketika pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu cara bagi pelaku usaha untuk tetap memasarkan produk di tengah keterbatasan aktivitas masyarakat.

"Karena itu, sekarang sudah saatnya kita beradaptasi, berkolaborasi, dan berinovasi. Salah satunya melalui digital marketing. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman," ujar Arie.

Ia juga mengingatkan bahwa pemasaran digital bukan sekadar kemampuan mempromosikan produk melalui media sosial. Pelaku usaha perlu memahami karakteristik konsumen, mengenali kebutuhan pasar, serta menentukan strategi pemasaran yang tepat agar promosi memberikan hasil optimal.

Arie menambahkan, pemanfaatan teknologi digital harus berjalan beriringan dengan pemasaran secara langsung atau offline. Menurutnya, kedua pendekatan tersebut dapat saling melengkapi dalam memperluas peluang usaha.

"Sebagai pelaku usaha, digital marketing itu penting, tetapi jangan sepenuhnya bergantung pada teknologi. Pemasaran offline juga harus tetap berjalan agar hasil yang diperoleh bisa lebih maksimal," tegasnya.

Lebih lanjut, Arie berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius, memanfaatkan kesempatan belajar selama tiga hari, serta menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan usaha masing-masing.

Ia mengakui, jumlah peserta pelatihan masih terbatas karena menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Namun, DKUKM Babel berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak pelaku UMKM memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensinya.

Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, DKUKM Babel berkomitmen mendorong lahirnya sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha.

Dengan kemampuan pemasaran yang semakin baik, UMKM Babel diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, dan tumbuh menjadi usaha yang semakin tangguh di tengah perkembangan ekonomi digital.