Pangkalpinang- Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghadiri kegiatan rekonsiliasi prelist statistical business register untuk Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang digelar di Aula Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Babel, Kamis (30/04/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto, dan menghadirkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Babel, Arie Primajaya dan Penata Kelola Penanaman Modal DPMPTSP Babel sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Arie menekankan pentingnya satu data yang akurat dan terintegrasi untuk mendukung kebijakan ekonomi daerah, khususnya bagi sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian.
“Melalui Sistem Informasi Data UMKM atau SiDaya, kita membangun pusat data tunggal yang memuat profil, klasifikasi, statistik hingga detail pelaku UMKM di Bangka Belitung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kehadiran SiDaya bukan sekadar sistem pendataan, melainkan fondasi penting dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran. Dengan data yang terstandarisasi, pemerintah dapat merancang program pemberdayaan, pelatihan, hingga penyaluran bantuan dan insentif secara lebih efektif.
Tak hanya itu, portal SiDaya juga terbuka untuk publik. Masyarakat dapat mengakses data UMKM berdasarkan wilayah, sektor, hingga kelas usaha. Bahkan, platform ini turut difungsikan sebagai market hub atau etalase digital bagi produk lokal Babel.
“Jadi bukan hanya data, tapi juga membuka peluang pasar bagi pelaku usaha kita,” tambahnya.
Arie merinci, SiDaya memiliki sejumlah fungsi utama. Pertama, sebagai sarana pendataan dan registrasi yang memuat identitas pelaku usaha, lokasi, sektor usaha, omzet, legalitas hingga kebutuhan pembinaan. Kedua, sebagai basis data tunggal guna menghindari duplikasi, sejalan dengan kebijakan one data nasional untuk koperasi dan UMKM.
Adapun data yang dikelola dalam sistem ini mencakup tiga aspek utama. Yakni data pelaku usaha, data usaha, serta data produk UMKM. Ketiganya saling terhubung untuk memberikan gambaran utuh mengenai ekosistem UMKM di daerah.
Lebih lanjut, Arie juga menyoroti keunggulan fitur SiDaya yang bersifat multi user. Sistem ini memungkinkan pengelolaan data secara berjenjang, mulai dari tingkat provinsi hingga kelurahan, dengan pembagian peran yang jelas—mulai dari admin provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga operator kelurahan.
“Dengan sistem ini, kita memastikan data terus diperbarui dari level paling bawah, sehingga validitasnya tetap terjaga,” jelasnya.
Melalui rekonsiliasi data ini, diharapkan kesiapan Bangka Belitung dalam menghadapi Sensus Ekonomi 2026 semakin matang.